Kulineran Wajib Kalau Kamu Liburan ke Bogor

Libur baru kelar, akhirnya sudah harus kembali ke aktivitas sehari-hari lagi. Meskipun sudah mulai sibuk-sibuk kerja lagi, tapi rasanya ingin berbagi cerita liburan dulu deh di sini, mumpung hari Minggu. Punya cerita apa sih kali ini? Liburan seru kemarin, jalan-jalannya keluar 870 kilometer ke arah barat dari Kota Malang.

Tiap jalan-jalan ke luar kota, jadi hal yang wajib tentunya untuk berkunjung ke tempat kuliner khas di daerah tersebut. Termasuk saat berkunjung ke kota hujan, Bogor kali ini. Ada banyak sekali tempat makan yang bisa dicoba di Bogor, tapi hanya ada 5 yang wajib buat saya, penggemar jajanan pinggir jalan.

Yap! Saya bukan penggemar berat makanan kekinian. Karenanya, setiap berkunjung ke suatu daerah, untuk wisata kulinernya, yang dituju selalu jajanan khas kota tersebut. Memangnya, ada makanan khas apa saja di Bogor? Mau tahu nih? Mau tahu aja atau mau tahu banget? Yuk lah, simak ceritanya.

Laksa

Laksa Bogor © Selerasa.com

Kalau ada yang tinggal di daerah Tangsel, biasanya juga tidak asing dengan makanan satu ini. Jelas, laksa adalah jajanan pertama yang wajib dicicipi. Laksa khas Bogor memang sudah terkenal sejak lama, dan penjualnya kebanyakan sudah sepuh. Ada banyak penjaja laksa, tapi yang wajib kamu coba yang ada di Gang Aut, Jalan Suryakencana.

Memangnya apa sih enaknya laksa? Kalau kamu suka makanan dengan rasa rempah yang kuat, kuah kuning laksa bakal memanjakan lidah banget. Kuah kentalnya mengandung santan dan 13 macam rempah, termasuk daun salam, batang seran, dan juga lada, tiga bumbu andalan masakan enak. Sensasi rasanya manis dan gurihnya pasti bikin ketagihan deh.

Tauge Goreng

Tauge Goreng © Natural Cooking Club

Jangan terkecoh! Namanya saja yang pakai kata 'goreng', padahal sebenarnya tauge dalam makanan ini cuma direbus. Selain di Bogor, saya juga suka makan tauge goreng ini (lagi-lagi) di Tangsel. Buat yang mungkin belum tahu, tauge goreng ini identik banget sama kota Hujan. Kamu bisa coba cari di Jalan Pengadilan, dekat Pasar Anyar

Makanan ini terdiri dari tauge yang direbus bareng mie basah. Seperti yang saya jelaskan tadi, tauge ini bukan digoreng, tapi direbus di atas semacam nampan bulat yang dipanaskan di atas tungku dengan kayu bakar. Setelah matang, dipindahkan ke piring, ditambah irisan tahu dan ketupat, lalu disiram dengan kuah tauco.

Lumpia Basah

Lumpia Basah © Masakandapurku.com

Jajanan yang satu ini memang lebih identik dengan Kota Semarang, tapi lumpia basah juga termasuk salah satu makanan khas Bogor loh. Kamu bisa beli jajanan ini di depan Ngo Hiang, Jalan Suryakencana. Mereka sudah berjualan sejak tahun 1980-an, dan pastinya terpercaya kelezatannya.

Memang apa bedanya dengan lumpia Semarang? Kalau yang di Semarang kan isinya rebung, telur dan cacahan udang ya. Nah, kalau lumpia Basah Bogor isinya tauge, bengkuang serut, tahu, ebi giling dan juga telur. Lumpia Bogor ini tidak digoreng kering, karenanya dia disebut lumpia basah.

Es Pala

Es Pala © Shutterstock

Waktu kecil, saya dipaksa mencoba makan pala yang dibawakan mama dari Manado. Awalnya saya tidak suka, karena rasanya aneh menurut saya. Namun di Bogor saya menemukan cara yang lebih seru untuk menikmati pala. Buat pelepas dahaga setalah berjalan di bawah panasnya terik matahari, es pala adalah solusi!

Setelah makan laksa, di sekitaran Gang Aut, kamu bisa langsung lanjut minum es pala yang diserut tipis dan direndam dalam sirup gula, dan diberi es batu. Es pala di Gang Aut memang sudah sangat terkenal, tapi tidak hanya di situ saja, kamu bisa juga cari es pala di sekitaran Sukasari dan Jalan Pahlawan.

Roti Unyil

Roti Unyil © Bogor.net

Kalau jajanan yang satu ini memang lebih cocok untuk oleh-oleh. Namun karena suka, saya ya beli saja buat dimakan sendiri. Roti Unyil Venus nampaknya sudah jadi salah satu oleh-oleh wajib buat dibawa pulang kalau kamu main ke Bogor. Legendaris banget, roti imut ini ukurannya tidak lebih dari 5 cm, karenanya dinamakan roti Unyil.

Buat oleh-oleh, kamu bisa pilih banyak varian rasa sekaligus dalam satu kemasan kotak. Roti Unyil ini punya rasa keju, sosis, abon, moka, stroberi, dan yang unik, rasa KitKat. Kamu bisa beli jajanan ini di Ruko V - Point, Jalan Raya Pajajaran.

Jadi, ya begitulah isi liburan random kali ini. Di hari kedua Lebaran, tiba-tiba buka handphone, jempol seperti ada magnetnya ke arah aplikasi Pegi-Pegi, pesen tiket kereta ke Jakarta, done. Lanjut cari hotel di Bogor pakai fitur urutkan, harga rendah ke tinggi, cari kamar yang masih layak huni, pilih kamar, pesan kamar, done.

Kenapa Pegi-Pegi? Karena disclaimer dalam aplikasinya, mereka menjamin keamanan seluruh informasi pribadi kita. Karenanya, saya tidak pernah was-was mau pesan apapun, terutama booking hotel dari aplikasi ini. Selain itu, fitur filtering harga yang pasti selalu saya pakai, kali ini buat cari hotel murah di Bogor tentunya.

Kalau kamu, punya cerita liburan apa Lebaran kali ini?

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment