Kisah Inspiratif Pak Machrus Pemilik Mr. Mac Resto, 20 Tahun Buka Usaha Kuliner Hingga Punya 3 Outlet Besar

Perjuangan tak akan pernah mengkhianati hasil, dan kesabaran pasti berbuah manis. Tampaknya kalimat ini cocok untuk menggambarkan sosok Pak Machrus yang biasa disapa Pak Mac. Bapak dua anak ini dikenal sebagai pemilik Mr. Mac Resto yang baru saja membuka outlet yang ketiga di Kota Malang, setelah satu dekade sukses dengan dua outlet di bilangan Kabupaten Malang, Turen dan Kepanjen.

Pak Mac memberanikan diri keluar dari tempatnya bekerja pada tahun 1998, dan memilih untuk buka usaha sendiri. Dimulai dari berjualan jahe telur hingga roti bakar, sampai akhirnya beliau memutuskan untuk berjualan ayam goreng. Kalau kamu termasuk anak lama di Kota Malang, pasti tahu tempat kuliner di teras toko buku Siswa di daerah Alun-Alun Kota. Di situlah awal dari kesuksesan Pak Mac.

Bukan didapat secara instan, segalanya butuh proses. Bagaimana Pak Mac sempat menjalankan usahanya dengan satu pegawai saja, dengan penghasilan 50 ribu rupiah dalam sehari, hingga pada akhirnya bisa membelikan seragam untuk beberapa pegawai yang direkrut kemudian. Bagaimana Pak Mac mengharuskan dirinya dan tim datang lebih pagi, sebelum toko buku dibuka. Disiplin adalah kunci!

Kata pepatah early bird gets the worm seolah jadi pegangan Pak Mac dalam berbisnis. Tak hanya membuka booth sebelum pelanggan berdatangan, beliau rupanya juga menerapkan ini dalam berbagai hal terkait usahanya. Satu cerita, saat bulan puasa, semua orang tentu ingin segera berbuka saat adzan Maghrib berkumandang. Jika booth lainnya memilih menunggu orang memesan, Pak Mac malah mengajak tim untuk jemput bola dan sudah mempersiapkan segala kebutuhan buka puasa lebih dulu.

Alhasil, booth Pak Mac pun ramai diserbu banyak orang. Bukan. Bukan hanya karena siap jemput bola atau kedisiplinan tim, tapi tentu saja juga karena rasa makanan yang disajikan bikin orang-orang merasa puas. Terlihat dari raut wajah mereka setelah suapan pertama, Pak Mac selalu memperhatikan bagaimana reaksi pembelinya. Kebanyakan orang-orang langsung tersenyum saat pertama kali merasakan menu Pak Mac.

Hidup bukan untuk jalan di tempat. Pak Mac yang sempat meninggalkan anak dan istrinya di Surabaya, akhirnya memboyong mereka pindah ke Malang, agar bisa hidup bersama, layaknya keluarga pada umumnya. Pada 2006, Pak Mac mengembangkan usahanya dalam bentuk restoran. Mr. Mac Resto pertama dibuka di Turen. Nama resto ini, tentu saja diambil dari nama beliau. Dua tahun berlalu, Pak Mac kemudian buka cabang di Kepanjen.

Ada satu cerita, di luar kisah sukses Pak Mac sebagai pengusaha kuliner. Saat beliau ingin memberikan adik untuk anak pertamanya. Sudah berusaha maksimal, Pak Mac dan istri tak kunjung dikaruniai anak kedua. Sampai saat konsultasi dengan dokter, istri beliau divonis tak lagi bisa punya anak, karena telur yang dihasilkan berukuran sangat kecil.

Tak patah arang dan terpuruk, Pak Mac tetap berdoa. Dalam perjalanan ke tanah suci, di sanalah beliau bersujud dan benar-benar meminta mujizat. Lagi-lagi, perjuangan tak akan pernah mengkhianati hasil, dan kesabaran pasti berbuah manis. Tepat sepuluh tahun usia anak pertamanya, Pak Mac dan istri diberi kepercayaan untuk punya anak lagi. Kebahagian membuncah, impian anak pertama Pak Mac untuk punya adik segera terwujud.

Kembali ke usaha resto yang dijalankan Pak Mac, dua outlet yang dihidupi pun akhirnya mampu menghidupi. Sepuluh tahun setelah outlet Kepanjen dibuka, Mr. Mac Resto merambah kota. Buka outlet di bilangan Jalan Cengger Ayam, disediakan banyak fasilitas yang dibutuhkan komunitas di tempat ini. Selain pegawainya yang ramah, makanannya yang enak, Mr. Mac Resto Cengger Ayam pas banget buat kumpul ramai-ramai. Kok bisa?



Sore itu saya main ke sana, disambut mbak-mbak yang tersenyum manis, menawarkan bantuan. Saya lalu langsung menuju lantai dua, karena memang sudah ada janji dengan teman-teman blogger di sini. Menaiki tangga, saya dipaksa untuk berhenti setiap beberapa langkah, untuk mengabadikan sudut-sudut ke dalam kamera handphone. Kamu, muda-mudi kota Malang yang suka foto OOTD, pasti bakal betah deh di sini.






Puas berfoto di area tangga, barulah saya menyadari, lantai dua ini luas sekali. Tempat ini mampu menampung hingga 150 orang. Langsung kebayang, berarti bisa dipakai untuk merayakan pesta ulang tahun, atau bahkan seminar yang mengundang 100 orang lebih nih. Mr. Mac Resto bahkan juga sudah siapkan proyektor lengkap dengan screen, jika ada yang butuh untuk presentasi, atau mau nonton bareng.



Kalau mau makan malam bareng keluarga, tempat ini juga cocok banget. Mereka punya beragam menu yang pastinya bisa memenuhi keinginan tiap anggota keluarga. Yang sudak seafood bisa pesan kepiting dengan berbagai saus, sedangkan yang memilik lalapan bisa memesan gurami goreng atau semacamnya. Kalau mau simple, fried chicken adalah jawaban! Tepungnya crunchy dan gurihnya pas.

Begitulah. 20 tahun perjalanan Pak Mac membuka bisnis kulinernya sendiri, bisa dibilang cukup sukses. Namun Pak Mac tentu tak hanya berpuas sampai di sini. Beliau tetap meminta pendapat kami yang pada hari itu dapat kesempatan untuk ngobrol bareng, tentang apa yang kurang dan harus diperbaiki dari outlet terbaru Mr. Mac Resto ini. Well, kalau saya sih sudah cukup puas dengan apa yang disediakan di sini. Kalau kamu? Coba dulu deh, baru jatuh cinta kemudian.

Dewi Ratna

1 comment:

  1. Kisah suksesnya bener2 mengisnpirasi, jadi sedih bacanya....

    ReplyDelete