Ikut Coco Festival Indonesia 2018, Siapa Tahu Bakal Menang ke Labuan Bajo

Sudah sebulan lebih sejak dibukanya submisi untuk Coco Fest (Content Creator Festival) Indonesia 2018. Apa kamu sudah submit karyamu? Ingat kan kalau Selasa, 6 November besok merupakan hari terakhir pengumpulan konten yang diikutkan lomba? Ada yang lupa? Buruan submit sekarang deh! Atau jangan-jangan sampai detik ini kamu bahkan belum tahu apa itu Coco Festival Indonesia 2018? Let me tell you.

Seperti yang sudah pernah saya jelaskan dalam thread Twitter di penghujung Oktober lalu, Coco Festival Indonesia ini merupakan event yang menjadi bagian dari program BUMN Millenials. Proses submisi materi lomba ini memang sudah dimulai sejak awal Oktober lalu, tapi secara resmi, festival ini dibuka bersamaan dengan peluncuran BUMN Millenials di Bontang, Kalimantan Timur, 28 Oktober 2018 lalu.
Kontes ini dibuka untuk umum, dan cara untuk ikut berpartisipasinya juga mudah banget. Kamu tinggal bikin konten, boleh foto maupun video sekreatif mungkin, tentang BUMN. Unggah di akun Instagram kamu, dan ceritakan dalam caption yang tak kalah menarik juga. Pasti masih bingung kan sama tema dan materi apa yang bisa diikutkan kontes ini? Masih bingung kan mau bahas apa tentang BUMN?


Kamu bisa bahas tentang pembangunan yang dilakukan BUMN, aset yang dipunya BUMN seperti Rumah Kreatif yang ada di beberapa kota besar, atau juga produk milik BUMN seperti e-money dari Bank Mandiri yang bisa untuk bayar tol misalnya. Contoh lain, kamu bisa bikin foto Pom Bensin Pertamina, Stasiun Kereta Api, Bandara Soekarno Hatta (terutama Terminal 3 Ultimate), dan lainnya. Gimana? Mudah kan?

Jangan sampai deh kamu melewatkan kontes ini, karena bakal ada hadiah puluhan juta rupiah, dan yang paling menarik nih, ada kesempatan buat liburan ke Labuan Bajo buat pemenang terpilih. Pastikan kamu submit karya terbaikmu, bisa berupa foto, video, komik, animasi, atau apapun tentang BUMN. Tak hanya sekedar memotret atau bikin video dan karya lainnya, kualitasnya pun jadi faktor utama penilaian. Buat juga caption semenarik mungkin.

 Ingat ya teman-teman, ini sudah hari terakhir submit karya. So, buruan deh ikutan Coco Fest Indonesia 2018, seperti saya nih...


Atau yang ini....



Sampai saat ini, saya masih ingin kursus menjahit yang serius. Ingin benar-benar belajar menghitung rumus dan membuat pola-pola baju sendiri. Sayangnya kemauan untuk maju masih kurang kuat. Untuk melampiaskan hasrat bermain kain dan benang, 5 minggu belakangan ini saya ikut kelas perca di @rkbmalang BRI Malang. Kami yang masih newbie, sedang belajar patch work, dan segera lanjut ke materi quilting. Misi saya sih mau bikin mini bed cover dari sesi ini. Semoga terwujud. Setelahnya, kalau ada waktu luang (baca: kalau nggak malas) saya pengin bikin sarung bantal dengan teknik patch work ini. Sudah dapat banyak ilmu dari tante-tante perca Malang, kali ini saatnya saya yang membagi sejumput ilmu buat beliau-beliau. Sebagai selingan dari pengerjaan patch work yang menguras kesabaran, tante-tante saya ini pengin belajar bikin pouch. Menyenangkan sekali melihat senyum mereka yang pada berhasil pagi kemarin. Tanpa mesin jahit, kami membuatnya secara manual. Hasilnya memang nggak seciamik yang diajarkan suhu per-pouch-an saya @rismakill, tapi lumayan lah ya... 💃🏻 Thank you anyway kakak Risma 🙇🏻‍♀️ buat ilmunya yang dibagi ke saya beberapa tahun lalu. Di foto terakhir itu hasil pengumpulan perca yang dibikin selimut-selimut kecil untuk dikirim buat adik-adik di Palu. Hasilnya ada 20 selimut kemarin. Semoga kehangatan yang kami kirim dari sini bermanfaat buat mereka di sana. Well, thank you @kementrian_bumn untuk tempat-tempat yang disediakan buat kami belajar dan berkarya. And I also let @gadingdita @tyeaan and @windacarmelita to join #CocoFestIndonesia #BUMNNyataBuatKita #BUMNHadirUntukKita @cocofestindonesia @cocofest_vote_lifestyle @cocofest_vote_infrastruktur
A post shared by Dewi Ratna (@dewinthemorning) on

Dewi Ratna

1 comment:

  1. Besok terakhir ya kak.. Baique sek tak tapa cari inspirasi ��

    ReplyDelete