Jangan Takut Kuota Internet Cepat Habis dengan Super 4G Unlimited dari Smartfren

Copyright: Smartfren.com
Dua minggu belakangan ini, saya lagi rajin ikut kelas menjahit dan merangkai kain perca, yang isinya kebanyakan ibu-ibu setara usia mama saya. Obrolan mereka pun sudah seputar anak dan cucu, dan saya tentu saja bisa mendengar semua keresahan para tante ini. Saya jadi ikut sedikit miris dan sedih.

Ada beberapa yang anak dan cucunya tinggal atau bahkan lahir di luar negeri, yang sudah pasti budayanya berbeda dengan di Indonesia, apalagi Jawa. Salah satu tante merasa sedih karena cucunya hanya berlalu sambil bilang, "Oma, I'm going," saat berangkat sekolah. Tanpa cium tangan ataupun cium pipi.

Saya sendiri sejak kecil sudah dibiasakan untuk cium tangan jika berpamitan. Jika itu dengan orang-orang yang usianya setara, maka wajib hukumnya untuk bersalaman. Saya sih yakin, di era sekarang ini masih ada sebagian anak yang seperti itu di Indonesia. Tak semua kidz zaman now tak punya etika kok.

Keresahan kemudian bergeser pada cerita tentang salah satu tante yang cucunya susah lepas dari gadget. Di mana saja berada, si bocah selalu membawa dan sering sekali memeriksa smartphone-nya. Sang oma ini lantas mengingatkan anaknya agar tak terlalu membebaskan akses ber-gadget pada si cucu.

"Biar lah, mi," begitu kata si anak. "Sekarang ini segala keperluan mereka memang bergantung sama itu hape. Tugas-tugas sekolah juga di-share teacher lewat situ. Beberapa modul juga harus di-download dari aplikasi khusus. Ya memang mereka sudah nggak bisa lepas dari itu," jelasnya kemudian.

Well, fenomena millenial, gen Z dan gen Y, memang disinyalir menjadi konsumen data paling besar. Tak hanya untuk berkomunikasi dengan guru, menerima tugas, mencari bahan pelajaran, anak-anak juga pasti menggunakan sebagian waktu luang untuk main game atau nonton video. Begitu pula orang dewasa.

Bukan hanya kids zaman now kok yang kecanduan gadget di era sekarang ini, saya pun mengakui bahwa saya susah banget lepas dari smartphone dan semua yang ada di dalamnya. Konsumsi data saya saat di jalan pun menggila, jika tanpa Smartfren Andromax M3Y yang memang selalu ditinggal di rumah.

Nah, dua minggu yang lalu juga, saat menghadiri launching produk baru Smartfren, Kartu Perdana dan Voucher Data Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota, saya dapat kesempatan untuk mencobanya. Tiap undangan yang hadir memang diberi kartu perdana dan voucher data.

Untungnya, handphone saya Mi A1 yang sudah kompatibel untuk kartu perdana ini, so bisa langsung pasang dan aktifkan saat itu juga. Ah ya, kalau kamu masih mengira bahwa Smartfren ini provider khusus CDMA, mungkin kamu seumuran saya, dan kamu absolutely salah besar.
Smartfren sudah sukses merambah GSM bersama Generasi Smart Millenials, memudahkan pergerakan internetan kita lewat teknologi MiFi mereka, dan kini kartu perdananya bahkan bisa dipakai di berbagai device. Untuk produk baru ini, kalau smartphone kamu keluaran 2018 atau sudah band 5, atau band 40, atau band 5&40, berarti aman.
Sudah dua minggu ini saya tenang tanpa harus bingung kehabisan data, walau kinerja mobile dengan smartphone saya makin masiv. Jauh terasa bedanya, karena sebelumnya saya harus sering-sering mengisi pulsa karena paket data yang sudah habis sebelum waktunya. Ya, konsumsi data saya memang menggila.

Sampai sejauh ini, masih belum ada yang ingin saya komplain dari pemakaian perdana baru Super 4G Unlimited ini. Malahan, di daerah yang teman-teman saya kesusahan sinyal, saya tetap eksis upload foto-foto di Instagram. Masih seperti era CDMA dulu, Smartfren memang jagonya soal coverage area.

Nah, kalo kamu malah sudah pakai nomor Smartfren di handphone sejak lama, produk Super 4G Kuota mereka wajib banget deh kamu coba. Bayangin coba, cuma bayar 30 ribu, dapat 10 GB kuota! Apalagi kalau kamu beli yang 100 ribuan, bisa buat internetan satu RT kali yah, 60 GB gitu.
Pokoknya intinya sih, era sekarang ini memang sudah bukan waktunya untuk melarang para bocah pegang gadget. IMO, justru kasihan kalau anak-anak belum bisa mengoperasikan gadget sejak dini, karena itu akan jadi kebutuhan mereka untuk berkembang. Hanya tinggal gimana kita awasi dan atur waktunya saja, serta tetap mengajarkan mereka berempati dan bersopan santun, tak keterusan menunduk melulu.

Dan ya, itu tadi. Buat kemaslahatan paket data, biar tidak tekor karena harus isi buat hape sendiri, hape suami atau istri, dan hape anak juga, saya sarankan buat coba Super 4G dari Smartfren.

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment