Twitter 280 Karakter? Masih Kurang Lah...

© lighthouseinsights.in
"... dan hasrat manusiawi seseorang untuk unjuk diri pun semakin diwadahi."

Bukan seperti itu, tapi kira-kira begitulah kalimat yang sekilas saya baca di timeline salah satu media sosial pribadi saya. Saya sudah lupa siapa yang mengunggahnya, tapi waktu itu rasanya seperti dicolek. Ya, saya termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang belum mampu mengendalikan hasrat untuk pamer.

Setelah bermunculan berbagai platform media sosial baru, yang sudah ada pun ingin ikut update supaya bisa tetap eksis punya user. Alhasil, Instagram pun punya IG Stories, Facebook lalu menyusul dengan fitur yang sama, dan LINE punya relay yang sampai sekarang saya sendiri masih belum merasakan faedahnya.

Sejak awal Instagram memberi 'izin' foto landscape dan portrait bisa langsung diunggah, saya sempat merasa kecewa. Bagi saya, posting-an foto square itu merupakan tantangan. Selanjutnya, Instagram malah memberi kesempatan buat kamu yang ingin mengunggah foto lebih banyak dalam satu kali posting. Inovatif!

Bukan! Di sini saya bukan ingin membahas fitur-fitur yang sudah ada itu. Beberapa hari yang lalu, lewat blog official, Twitter mengumumkan bahwa mereka akan menambah limit jumlah karakter. Kalau selama bertahun-tahun ini kita hanya bisa menulis 140 karakter saja, mereka ingin menambahkannya dua kali lipat.


"Kami paham, banyak dari kalian yang sudah main Twitter selama bertahun-tahun, mungkin kadang sebal dengan limit 140 karakter - kami juga merasakannya. Tapi kami mencoba ini, melihat seberapa kuat pengaruhnya," begitu alasan yang mereka tulis.

Dalam sebuah gambar, mereka juga menunjukkan perbandingan isi twit dari beberapa negara yang tentunya punya bahasa berbeda-beda. Untuk satu kalimat dengan arti yang sama, mereka bisa menghabiskan jumlah karakter yang berbeda-beda juga. Bagi saya, ini tidak ada hubungannya sih dengan penambahan jumlah karakter.


Selain suka unjuk diri, manusiawi juga jika manusia itu tak pernah puas, selalu saja merasa kurang jika tidak ada tekanan limit. Diberi 140 karakter, merasa kurang, dan lalu ditambahkan jadi 280 karakter. Jangan kaget kalau suatu saat nanti beberapa orang akan masih merasa kurang. Iya, manusiawi.

Kalau menurut kamu, apa yang kira-kira bakal berubah saat Twitter mulai memberlakukan limit 280 karakter ini? Kalau saya, mungkin mau bikin fiksi mini banyak-banyak. Ah, atau ngeblog di Twitter saja sekalian, bisa dalam lima kali twit atau tidak ya?

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment