Suka Duka Jadi Content Writer dan Bagaimana Memulainya

Masuk tahun ayam api, 2017 ini saya benar-benar merasakan yang namanya jadi freelancer sesungguhnya. Yang kasih kita job, free mau kirim order kapan saja, dan fee pun juga free dibayarkan besok atau sebulan lagi. Cuma itu masalah paling mendasar jadi freelancer, penghasilan tak pasti. Selebihnya, kita bisa free dan jadi penguasa waktu. Ini baru permulaan, dan saya pun masih meraba tatanan jadwal harian setelah sungguh-sungguh lepas dari ikatan perusahaan.

Sebelumnya, saya memang kurang tertarik dengan pekerjaan sebagai content writer freelance. Waktu masih punya pekerjaan pasti, saya pikir otak saya akan 'terbakar' jika sembarang job saya terima, apalagi yang berhubungan dengan tulis-menulis. Namun di awal tahun ini, pekerjaan pertama saya justru sebagai content writer freelance. Sangat menyenangkan ketika kita bisa bekerja dari mana saja kita ingin, dan kapan saja asal bisa mengejar deadline yang diberikan.

Sedikit berbagi pengalaman, dalam tulisan ini saya sekalian mengabadikan cerita pertama saya jadi content writer freelance, meski selama lima tahun belakangan ini saya sudah bisa dikategorikan sebagai content writer, yang menulis artikel baik itu untuk website tempat kerja maupun yang diunggah di blog sendiri. Dalam list, semoga artikel ini bermanfaat buat yang penasaran, ingin tahu apa itu content writer, dan siapapun itu yang membacanya.

Apa itu conten writer?
Wikipedia menjabarkan: A website content writer or web content writer is a person who specializes in providing relevant content for websites. Every website has a specific target audience and requires a different type and level of content. Content should contain words (key words) that attract and retain users on a website.

Kurang lebihnya, content writer adalah mereka yang bertugas membuat tulisan, sesuai dengan tema dari sebuah website online, atau seperti permintaan si pemberi pekerjaan. Dalam order, biasanya pemberi pekerjaan akan menyertakan keyword yang bisa juga dipakai sebagai tema, untuk acuan penulisan. Ini sangat mudah bagi mereka yang sudah terbiasa menulis.

Memulai karir sebagai conten writer
Belakangan memang profesi satu ini lagi hits. Di search engine, kita sudah bisa mencari berbagai tawaran job sebagai content writer. Makin maraknya media online yang dihidupkan, makin banyak pula kebutuhan akan content writer. Jika sebelumnya tak punya pengalaman bekerja di media, atau tidak ada link yang memungkinkan untuk mendapatkan job ini, langsung saja cek Google.

Banyak website yang merangkum berbagai tawaran pekerjaan sebagai content writer freelance. Pilih saja yang syarat, ketentuan, serta kisaran fee-nya sesuai dengan kemampuan dan harapan kita. Mereka dengan jam terbang menulis tinggi dan portfolio baik, tentu saja yang akan lebih mudah mendapat pekerjaan ini. So, kalau kamu belum punya blog, tak ada salahnya mulai bikin.

Modal utama jadi content writer
Jago menulis! Tentu saja ini jadi modal utama. Pendidikan akhir biasanya tak jadi soal, selama tulisan-tulisan yang pernah ini kita buat sesuai dengan pakem penulisan pada umumnya. Kita harus tahu kapan imbuhan partike di- harus disambung dan dipisah, juga kudu paham di mana harus menempatkan tanda koma atau titik.

Tambahan pengetahuan tentang SEO (Search Engine Optimization) tentu akan jadi nilai lebih dan bahan pertimbangan untuk meloloskan kita jadi content writer. Tahu apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan munculnya tulisan kita di mesin pencari seperti Google, tentu akan sangat membantu si pemberi kerja.

Prosedur penerimaan jadi content writer
Meskipun punya jam terbang tinggi, portfolio oke, dan aktif di blog sebagai bukti kalau kita jago menulis, tapi pemberi pekerjaan biasanya akan meminta contoh tulisan di awal. Mereka akan menentukan dan mengirim satu keyword, lengkap dengan ketentuan penulisan, untuk kita jadikan satu konten dulu.

Setelah lolos di tahap ini, barulah pemberi pekerjaan mengirimkan order yang masih juga berisi keyword, anchor text lengkap dengan link-nya, dalam jumlah yang sudah disepakati sebelumnya. Nah, setelah semua pekerjaan beres dan dikirim bali ke mereka, barulah fee diberikan sesuai harga per konten yang sudah disepakati di awal.

Keuntungan dan Kerugian jadi content writer
Setiap pekerjaan tentu ada saja kekurangannya. Jika mau berpikir positif, segala kekurangan pasti bisa dibalik jadi kelebihan. Jadi content writer pun punya keuntungan dan kerugian. Sisi baiknya, kita bisa jadi penguasa waktu yang kita punya. Bebas mau menerima job atau tidak, mengerjakannya di rumah atau di cafe.

Yang bakal bikin pusing mungkin saat kita sedang butuh penghasilan dan tak ada job sama sekali, atau proses pembayaran fee yang terkadang tak sesuai jadwal. Karenanya, seorang content writer freelance biasanya tak hanya menerima job dari satu pemberi kerja saja, atau bisa juga punya usaha lain di luar tulis-menulis.

Well, tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Mungkin saja ada content writer lain yang punya kisah berbeda. Namun yang paling penting, semoga tulisan ini sedikit banyak memberi pencerahan bagi mereka yang selama ini bertanya-tanya tentang pekerjaan sebagai content writer. Mau coba?

Dewi Ratna

2 comments:

  1. Kalau freelance gitu biasanya dapet job dari mana mbak?

    www.sophiamega.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku cari random aja hasil gugling... Kadang juga dikasih job sama temen sendiri.

      Delete