Pesta Pora Bareng Babirusa, Squad Ranah Thrash Metal di Kota Malang

Musik di kota Malang bukan hanya tentang Christabel Annora dengan alunan piano nan elegan dan suara merdunya. Bukan juga hanya tentang band pop lawas, Flanella yang bangkit kembali dengan karya baru mereka yang tetap manis seperti dulu. Bukan pula melulu soal Brigade 07 dengan single barunya, yang juga sedang dalam proses menuju launching album mereka tengah Desember mendatang.

Ada warna musik lain, yang mungkin memang tidak easy listening bagi sebagian orang, termasuk saya sendiri. Namun tak ada salahnya untuk menyimak sejenak hasil karya mereka. Menonjolkan imej liar, nakal, dan tanpa aturan, band yang satu ini memilih ranah crossover/thrash metal. Mereka ingin menunjukkan sisi cadas dan membakar semangat para pendengarnya untuk menerjang moshpit.

Babirusa, nama yang mereka pilih. Hewan langka asal Sulawesi ini memang bengis dan menyeramkan dengan empat cula tajam. Kalau kamu belum pernah tahu seperti apa penampakan hewan yang satu ini, seperti biasa, Google bisa membantumu, karena saya tidak akan memajangnya di sini. Well, ada Krisna (guitar), James (drum), Ronny (bass/back voc) dan Fajar (vocal) dalam tubuh Babirusa yang ini.

Band ini sendiri sebenarnya adalah proyek yang sudah lama ingin dijalankan, tapi tak kunjung terwujud. Beberapa kali pergantian personel, bahkan membuat band ini sempat vakum karena putus asa. Senang sekali, akhirnya mereka menemukan formasi yang dirasa solid. Saling cocok satu sama lain memang menjadi kunci utama suatu hubungan, termasuk dalam hal bikin grup band. Bukan begitu?

"Babirusa berisikan wajah lama dari band-band seperti Shadowfax, Death of President, dan Feels Like Holiday.  Uniknya, tiga band ini memiliki genre berbeda, namun justru pengalaman dari band masing-masing yang akhirnya melengkapi dan menjadikan lebih solid," begitu yang mereka ungkapkan.

Ada band, tentu harus ada karya. Debut single bertitelkan Pesta Pora Babirusa pun dirilis. Lagu yang satu ini dibikin dengan musik dan lirik yang membakar semangat. Bercerita tentang kemuakan akan rutinitas, serta kerinduan akan akhir pekan untuk bisa menggila, Babirusa menjadikan lagu ini layaknya anthem weekend. Meski tentunya tak bisa dibandingkan dengan lagu milik Coldplay.

Check this video out yeah!



Sementara itu, single kedua, Liturgi Penyesatan dirilis tak lama kemudian, sebagai pengantar peluncuran EP Hymne Puja Belantara yang saat ini tengah dipersiapkan. Mini album ini berkisah tentang 'belantara' kota yang semakin menggila, kerakusan yang terus menjarah, hingga kegilaan yang terjadi di sekitar kita selama ini. Belantara digambarkan berupa kota metropolis yang semakin padat dan sesak.

EP Hymne Puja Belantara ini akan dirilis Tarung Records dalam format tape dalam waktu dekat. Tunggu saja terjangan Babirusa, dan kamu bakal ikut larut dalam pesta pora mereka. Jangan salahkan saya kalau setelah kamu dengar lagu mereka, lalu memutuskan untuk jadi Moshpig.



For info and merch, feel free to contact:
xbabirusax@gmail.com
FB page: babirusaxmlg
Instagram: @babirusamlg

Cek juga lagu mereka di Soundcloud, dan tonton video-nya di YouTube.

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment