Vacation ke Kondang Buntung, Anugerah Indah di Sudut Malang

ALERT: Boleh pergi ke tempat ini, tapi jangan tinggalin sampah dan jangan ngerusak. Jadilah 'anak piknik' yang bertanggung jawab!

Sudah seminggu lebih sehari, tapi saya memang berniat untuk menunda-nunda tulisan jalan-jalan hore bareng geng yang menamakan diri mereka #GengKurangPiknik itu. Kalau kamu mau bilang saya pelit, boleh lah. Saya sebenarnya juga nggak pengen ngasih detil tempat indah ala-ala Amazon ini.

Namun... Buat apa juga saya nggak kasih tahu, sedangkan teman-teman lainnya sudah kasih tag location di foto-foto yang mereka share. Jadi, saya putuskan untuk cerita sedikit soal vacation weekend kami ke Pantai Kondang Buntung yang ada di sekitaran pantai kenamaan Kabupaten Malang, Balekambang.

Kami janji berangkat jam tujuh pagi dengan meeting point di seputaran Gadang. Beberapa sudah sampai lokasi sebelum jam tujuh, dan beberapa lagi menyusul sampai jam delapan. Setelah pasukan lengkap, kami beriringan berkendara motor menuju pantai yang letknya dekat dengan sungai air payau itu.

Nggak susah kok perjalanannya. Nggak ada halang rintang juga untuk bisa sampai ke sana. Semua mulus tanpa hambatan sampai tempat tujuan. Tiket masuk lokasi Pantai Regent untuk orang @ 11 ribu, dan untuk motor @ 5 ribu. Sedangkan masuk ke Kondang Buntung-nya, kita bayar lagi untuk parkir @ 2 ribu.

Sampai di sana masih belum terlalu siang. Tujuan utama kami sebenarnya sih naik perahu menelusuri Amazon ala-ala itu. Namun, karena perahu harus dipakai bergantian, maka kami harus menunggu. Main di pinggir pantai akhirnya jadi pilihan tepat. Sepi, bikin pantai makin terlihat indah pagi itu.

Untuk bisa naik perahu berkeliling sungai, kami harus merogoh kocek lagi @ 25 ribu. Tapi karena kawan saya yang namanya Nadia itu super endel dan pinter sepik, jadilah kami dapat diskon untuk satu orang. Selain endel dan pinter sepik, Nadia ini juga jadi seksi dokumentasi acara hari itu.


Kami main guling-guling di pasir, kejar-kejaran dengan ombak, berenang, semua bergembira. Pagi itu Dewa Ubur-Ubur benar-benar memanjakan saya dan kawan-kawan saya. Lalu saya bilang padanya, "Ini bukan misi melarung hati ya, Dewa. Saya masih ingin membawa cinta terakhir ini sampai mati." *kemudian digulung ombak*

Berenang di sungai yang bau amis, kami membersihkan badan dari pasir pantai. Tepat jam 12 siang, perahu datang dan kami pun senang. Saya nggak dapat bagian mendayung, tapi jadi penghibur kawan-kawan lainnya bareng Joanna, si ukulele kesayangan. Kami lalu bikin video klip ala-ala di sana.


Saya nggak bisa menggambarkan keindahan tempatnya lewat rangkaian kata, tapi kamu bisa lihat sendiri di sini...


Setelah puas main di sungai, kami lalu beberes dan bersiap kembali ke kota. Rasanya nggak rela meninggalkan lansekap indah di pantai dan sungai itu. Namun, mau dikatakan apa lagi, perut sudah makin lapar dan hari makin sore. Akhirnya kami menuju pulang dan mampir ke warung lalapan dulu.

Vacation pertama saya bareng #GengKurangPiknik ini sangat menyenangkan. Saya jadi rindu pada geng TripleJ yang juga sama totalitasnya kalau urusan jalan-jalan seperti ini. Well, kalau tabungan sudah numpuk lagi, mungkin #GengKurangPiknik bisa gabung nih sama TripleJ atau BKPW. :D

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment