Phising Scam Whatsoever! Path For Web Ini Justru Sangat Memuaskan

Rasanya seperti percuma, jauh dari smartphone tapi tetap bisa membuka social media yang kita punya dan paling sering menyita waktu kita, lewat desktop. Path for web, tentu saja membuat kita gagal untuk sejenak beristirahat dari riuhnya social media berlogo merah yang lagi hits itu.

Path for web, yang disuguhkan lewat pathwebsite.com ini cukup helping untuk tetap update timeline dan update kegiatan kita, seperti saat kita membukanya lewat smartphone. Meski ada beberapa fitur yang hilang, over all Path for web ini memenuhi kebutuhan mendasar user Path.

Kamu bisa update listening, watching, check in, picture, video, juga thought. Hanya fitur sleep/awake saja yang nggak ada di sana. Kamu juga bisa komen serta memberi ikon love dan lain-lainnya, lengkap seperti di smartphone. Yang nggak bisa dilakukan hanya posting dengan 'with' dan 'location'.

Bagaimana? Apa kurang membantu? Jadi, sekarang kamu nggak perlu ribet nengok smartphone sering-sering, saat lagi fokus bekerja di depan PC. Tapi yang disayangkan, Path jadi makin nggak eksklusif lagi dengan adanya Path for web ini. Mereka yang nggak punya smartphone pun bisa main Path sekarang.

Tapi coba kamu ingat-ingat lagi. Path memang semakin hilang nilai eksklusifnya, hampir setiap tahun. Awalnya, dia hanya bisa digunakan di smartphone paling canggih di eranya, lalu ada aplikasi .apk yang memberi kesempatan pada si empunya smartphone murah nan sederhana untuk juga punya Path.

Kemudian, dengan semena-mena Path menambah quota jumlah teman yang tadinya hanya 150, menjadi 500. Bukan lagi hanya yang paling dekat saja yang bisa bergabung dalam lingkaran teman dalam akun kita. Pada akhirnya, teman-teman yang hanya sekedar kenal pun mau nggak mau kudu di-accept.

Memang, Path akhirnya menyediakan fitur inner circle. Namun tetap saja, rasa nyaman untuk bebas berkoar di Path pun akhirnya jadi harus ditahan lagi, demi etika, gengsi, ataupun menjaga perasaan orang lain. But, it's free sih untuk mau menerima atau mengakhiri pertemanan di sana.

Yang pasti, dalam kondisi smartphone saya yang sedang remuk hancur saat ini, Path for web sungguh membantu saya untuk tetap eksis. Thanks berat untuk entah siapa yang menciptakannya, karena di pathwebsite.com ini memang tertulis unofficial dan hanya ada keterangan 'made in Bandung'. *angkat topi untuk putra-putri kreatif Bandung*

Kalau kamu penasaran, boleh silakan dicoba. Kalau kamu ingin tahu siapa di baliknya, mungkin bisa langsung saja kontak ke email tertera. Atau kamu bisa kontak Twitter @semarketir yang tahun lalu sempat kecewa karena Joko Anwar berkoar di akun Twitternya bahwa pathwebsite miliknya merupakan phising scam. Menurutmu?

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment