'Do You Wanna Get High?', Pelampiasan Puber Kedua Weezer?

copyright: wgntv.com
Waktu pertama kali dengar lagu baru Weezer, saya hanya sempat menggerutu di socmed, sampai semalam Kak Citul mengingatkan bahwa sudah sebulan, dan belum ada di antara kami yang bikin coret-coretan tentang dua karya tersebut. Saya sebenarnya sudah punya rencana mau nulis soal Thank God for Girls dan Do You Wanna Get High? ini, tapi ketunda-tunda terus, dan jawabannya hanya satu: karena malas.

Jelang tutup Oktober, Weezer merilis Thank God for Girls, tepat pada tanggal 26. Lagu berdurasi 3 menit 29 detik ini pure merupakan lagu yang baru mereka rekam tahun ini. Dibuka dengan iringan piano, telinga saya seperti kurang bisa menerima musiknya. Saya perhatikan seksama hingga akhir lagu, dan saya tetap nggak bisa enjoy this song, don't know why. Saya bahkan nggak pernah memutarnya lagi setelah itu.

Kabarnya, setelah dua hari diputar di radio, Thank God for Girls jadi lagu yang paling banyak di-request di Amerika. Yap! Para Weezerian tentunya akan iya-iya-aja sama apapun yang dihasilkan band favorit mereka. Entah kenapa, mungkin karena saya bukan Weezerian sejati (?), ada beberapa album dan lagu -termasuk yang ini- yang nggak pas di hati. Is it okay? Nggak mengurangi kadar keren dalam diri saya kan? :D

Seminggu setelahnya, band yang padahal-tahun-lalu-baru-rilis-album-dan-sekarang-udah-ada-single-baru-lagi ini rilis Do You Wanna Get High? tepat tanggal 3 November lalu. Awalnya, saya nggak antusias klik tombol play, karena masih kecewa sama single terakhir mereka minggu lalu. Tapi saya nggak kuasa juga untuk akhirnya mendengarkan lagu itu. Kali ini, Weezer did it well! Mereka kembalikan lagi mood saya.


Distorsi gitar di pembukaannya was so Weezer. Semakin didengar, semakin Weezer. Mungkin karena bagi saya Weezer is Pinkerton, maka musik semacam inilah yang bagi saya sangat Weezer. Saya nggak mau sok tahu soal Weezer. Bukan kapasitas saya, karena ada sahabat saya yang lebih tahu banget soal mereka. Namun, sungguh, bagi saya EWBAITE yang rilis tahun lalu merupakan kebangkitan kembali sekelompok pemuda genius.

Dan mereka mengulang kesempurnaan bangun dari mati suri, lewat Do You Wanna Get High? ini. Siapa sosok di balik lagu ini? Kalau kata Cuomo, dalam lirik yang diunggahnya lewat Genius sih, lagu ini bercerita tentang pacarnya 15 tahun lalu. Cewek yang sama, yang menjadi ilham bagi lagu O Girlfriend dalam Green Album. "Taking pills and mellowing out," begitu salah satu baris liriknya berbunyi.

Cuomo bahkan mengingat momen pertemanannya dengan Fred Durst pada masa yang bergelimang obat-obatan itu. Namun sekarang dia sudah sama sekali menghindari hal-hal semacamnya. Bahkan saat harus menjalani operasi lutut beberapa waktu lalu, dia nggak mau pakai pain killer berupa obat-obatan. Lalu, kenapa dia seperti begitu menghayati menuliskan lirik lagu ini? Mungkin ini adalah pelampiasan dari puber kedua setelah masa O Girlfriend. Hehehe :D

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment