Jatuh Cinta Pada Tuna dan Apukat di Open Space

Jam makan malam kali ini beda dengan biasanya. Membayangkan nominal dalam ATM yang masih tujuh digit memang selalu bikin saya jadi seperti orang mabok boti, kebanyakan mau. Jadilah saya racuni beberapa teman sekantor untuk coba cafe baru yang ada di dalam Plaza Araya Malang.

Nggak smoking area, itu hal pertama yang dipermasalahkan. Tapi karena tekad untuk mencicipi sofa ungu itu sudah bulat, maka kami pun mendaratkan pantat di sana. Cafe dengan lokasi yang bisa dibilang kurang lazim ini diberi nama Open Space.

Terletak di lantai dua, posisi tempat yang juga dihiasi rak buku ini memang cukup aneh. Di sebuah space kosong di depan tenant-tenant plaza, yang biasanya dipakai untuk menggelar pameran diskon, berdiri tempat yang punya tagline Book & Cafe ini. Sederhana dengan pencahayaan terang dari gedung itu sendiri, cafe ini lebih mirip bazar furniture.

Tapi jangan judge a book by it's cover. Saya pribadi merasa nyaman duduk di sofa ungu di pojok yang dipilih oleh Riris. Mungkin karena nggak terlalu ramai, jadi kami merasa seperti berada di VIP table. Mbak-mbak pelayan datang malu-malu menyodorkan daftar menu, lalu menunggu sampai akhirnya kami menentukan pilihan masing-masing.

Let's check what we ordered today...


Searah jarum jam, kami punya Strawberry Smothies yang paling atas, Milkshake Strawberry, Avocado Vanilla, dan Peppermint Tea untuk beverage-nya. Dengan harga yang cukup bikin mikir dua kali sebelum memesan, minuman pilihan saya sungguh tak mengecewakan.


Food yang kami pesan ada dua macam. Spagheti Tuna yang datang setelah empat minuman lengkap tersaji, disusul kemudian camilan standart untuk nongkrong, French Fries. Aroma ikan yang merebak dari kepulan asap itu sungguh bikin perut saya makin keroncongan, dan saya langsung jatuh cinta pada racun yang satu ini.


Sambil menandaskan kentang yang disajikan dalam keranjang cantik, dua teman kami galau ingin memesan Spagheti Tuna juga. Dengan kondisi gelas yang sudah hampir kering, kami tetap nekat memesan dua porsi lagi. Saya rasa, mereka juga nggak masalah dengan harga yang harus dibayar.


Sudah hampir setengah delapan malam. Setelah puas makan, minum, sambil ngobrol ngalor-ngidul, akhirnya kami tutup acara kuliner itu. Kalau nanti ada kesempatan ke sana lagi, saya juga ingin mencicipi buku-buku yang dipajang di rak-rak itu.

Ke sana lagi?
*kunci dompet rapet-rapet*

Dewi Ratna

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda "Jatuh Cinta Pada Tuna dan Apukat di Open Space". Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    ReplyDelete