Get Lost 2013: Dari Sawojajar Menuju Orchard Road

It's toooo late... Tapi saya ingin mengabadikan perjalanan liburan terjauh saya sepanjang 29 tahun ini, lewat rangkaian kata. Bertahap, karena saya tak punya banyak waktu untuk menulis cerita panjang. Let's start....


Pernah bermimpi untuk pergi ke luar negeri, tapi belum pernah terpikir bahwa mimpi tersebut bakal terwujud dalam waktu dekat. Ini yang membuat saya makin yakin bahwa tak ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini, jika atas kehendak-Nya.

Waktu yang mepet. Panik, ketika tiba-tiba harus segera mengurus paspor, di saat tiket ke Singapore sudah dibeli. Singapore? Ya, memang dekat. Bahkan mungkin ada yang menggumam, "Halah, cuma ke Singapore aja loh!"

Anggap saja saya berlebihan, tapi jujur, saya sangat senang bisa pergi ke Singapore dan mengunjungi tempat-tempat seru di sana. Kesempatan yang tak mungkin saya sia-siakan, jalan-jalan dengan budget minim. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Pertama kalinya mengurus paspor, untung saja era sekarang menawarkan begitu banyak kemudahan, termasuk dalam hal ini. Hanya dengan melengkapi form yang super gampang di Layanan Paspor Online, dua kali datang ke kantor Imigrasi, dan tadaaa...

Bersyukur, tak banyak hal yang merepotkan dalam proses pengurusan paspor ini. Dengan biaya Rp 255 ribu, dari pengumpulan berkas dan wawancara, tak sampai seminggu, buku bersampul hijau itu sudah ada di tangan saya.

Jangan khawatir dengan ribetnya birokrasi, karena pegawai di kantor Imigrasi Malang super ramah dan menyenangkan. Setidaknya, itu yang saya rasakan saat menghabiskan hampir setengah hari di sana. Tak perlu jasa calo lah pokoknya!

-----------

Permohonan cuti sudah diajukan jauh-jauh hari, dan waktu yang dinanti-nanti pun tiba. 5 Oktober 2013, dini hari kami meluncur menuju bandara Juanda. Karena Mbak Aik super ngebut, sampai sana masih gelap, dan pesawat kami masih lama.


Setelah sempat berfoto di depan bandara, kemudi diambil alih suami Mbak Aik yang bawa mobilnya pulang ke Malang. Sementara itu, kami selonjoran dan ngobrol-ngobrol dulu sambil menunggu waktu check in.

Mulai lapar, untungnya Mbak Aik bawa cokelat Snickers yang memang pas untuk menipu perut sebelum makan di dalam pesawat nantinya. Di lorong depan ruang tunggu, saya menghabiskan setengah batang, dan sempat berfoto narsis.


Setelah itu semua, pesawat kami datang dan akhirnya saya, bersama empat dedengkot kantor saya pun berangkat. Menikmati perjalanan udara selama dua jam, sungguh menyenangkan sambil makan masakan (berlabel) Farah Quinn.

10.20 waktu setempat, kami sampai di bandara Changi. Iya memang panas, seperti kata Nikita Mirzani dalam akun twitternya yang membuat dia jadi bulan-bulanan di media sosial itu. Masuk bandara, saya pun takjub sama kerbersihannya.


Toilet yang leluasa dan kinclong, juga persediaan air minum dari kran khusus di dalam bandara, semua bikin saya takjub. Tertawalah! Saya memang belum pernah melihat yang seperti ini, dan biarkan saya mengaguminya.

Belum berhenti sampai di situ. Sistem transportasi yang sangat memudahkan turis pun patut diacungi jempol. Kami naik sky train bandara menuju stasiun MRT (Mass Rapid Transit) Changi. Di sana, kami dibantu seorang kakek untuk belajar beli kartu MRT.

Apartemen yang kami sewa terletak di Orchard. Kakek itu bilang, kami harus beberapa kali ganti kereta untuk menuju ke sana. Wah, ribet ya? Sama sekali tidak! Dengan kartu yang sudah dibeli seharga kurang dari 2 SGD, kami bisa sampai Orchard tanpa bayar apa-apa lagi.

Dari Changi, kami turun di stasiun Tanah Merah dan pindah ke kereta jurusan Joo Koon. Dari situ, kami harus menuju City Hall untuk pindah ke jalur merah jurusan Jurong East. Sampai Orchard, hanya dengan jalan kaki sedikit, sampai!


Bersih, rapi dan tertib, bagi saya merupakan perpaduan sempurna. Setiap orang yang menggunakan eskalator harus berdiri di sebelah kiri, karena lajur kanan dipakai untuk mereka yang harus sampai di tujuan lebih cepat. Mereka setengah berlari.

Siang itu, merebahkan punggung dulu di lantai 12 Lucky Plaza Apartment sebelum berkelana. Untuk penginapan yang satu ini, tidak recommended bagi orang yang suka kebersihan dan kerapihan. Tapi cukup nyaman untuk istirahat setelah seharian keliling.

Cerita hari pertama di Singapore, menyusul ya...
 Liat poto-potonya dulu di SINI deh.

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment