Gebrakan Baru JK Rowling! Novel Detektif, The Cuckoo's Calling

Setelah kehilangan kakinya akibat ranjau darat di Afghanistan, Cormoran Strike kemudian beralih profesi menajdi detektif swasta. Namun masalah muncul saat salah satu kliennya menolak membayar biaya penyelidikan karena merasa tak puas.


Sejak itu, Strike diliputi berbagai masalah. Kontrakan kantornya yang harus segera dibayar, dan putus dengan kekasihnya yang selama ini memberi dia tumpangan untuk tempat tinggal. Strike pun mau tak mau harus tidur di kantornya.

Kemudian kakak dari sahabat masa kecilnya, John Bristow datang pada suatu hari. Pria itu ternyata juga kakak dari seorang supermodel, Lula Landry, yang bunuh diri tiga bulan sebelumnya. Lula dikenal teman-temannya sebagai Cuckoo.

Polisi mendapat fakta-fakta yang menyebutkan bahwa wanita itu bunuh diri, tapi John menolak untuk percaya. Kasus ini kemudian menggiring detektif Strike ke dunia gemerlap, kekasih Lula yang bintang rock, dan desainer putus asa.

Dalam penyelidikan kali ini, Strike juga harus bergelut dengan kesenangan, godaan, rayuan, dan berbagai kebodohan yang mungkin nikmat bagi sebagian manusia. Cukup seru mengikuti bagaimana Strike menjalani hari-harinya yang berubah drastis itu.

Anda boleh berpikir bahwa Anda tahu bagaimana detektif bekerja, tetapi pasti belum pernah ada yang seperti Strike. Anda boleh berpikir bahwa Anda tahu bagaimana kehidupan selebriti, tetapi bagaimana jika mereka di bawah investigasi seperti ini?

Perkenalkan, Cormoran Strike, tokoh detektif dalam debut novel misteri JK Rowling yang memilih memakai nama Robert Galbraith untuk bukunya ini. Dalam 520 halaman, Anda akan larut dibawa mengikuti serunya menyelidiki kasus kematian supermodel.

Jauh dari cerita fantasi seputar dunia sihir Harry Potter, JK Rowling benar-benar memberi sentuhan baru dalam The Cuckoo's Calling yang dialihbahasakan menjadi Dekut Burung Kukuk ini. Tak ada imajinasi tak logis di dalamnya, semua seperti nyata.

Novel ini pertama kali diterbitkan di Britania Raya pada tahun 2013, dan disadur dengan hak cipta terjemahan Indonesia yang dipegang oleh Gramedia Pustaka Utama. Sampul bukunya terasa misterius dengan siluet pria berjubah berjalan di bawah lampu temaram.



Bahasa terjemahannya sedikit kaku. Ada beberapa bagian yang memaksa kita untuk menahan napas sebelum akhirnya lega setelah bertemu tanda titik. Agak sesak. Namun harus disadari, memang tak mudah mengalihbahasakan buku setebal itu seorang diri. 

Apapun itu, yang jelas, jangan sampai Anda melewatkannya untuk mengisi rak buku di rumah!

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment