Ini Nyata! Saya Pernah Menggilai Base Jam!

Base Jam @ Foto: my-mahameru.blogspot.com
Ngomong-ngomong soal musik, saya beruntung lahir di keluarga yang nggak buta-buta banget tentang musik. Kakek dan nenek saya yang lahir pada tahun 1934, mengoleksi satu rak kaset-kaset tahun 40/60-an, dan Nat King Cole adalah salah satu kaset yang paling saya ingat. Ibu saya seorang penyanyi keroncong dari radio ke radio di seputaran Surabaya - Malang, dan ayah saya suka mendengarkan Nazareth, Pink Floyd, Gombloh, dan banyak lagi. Mereka berdua sama-sama lahir di tahun 1962.

Sejak usia taman kanak-kanak di tahun 1988, saya sudah dibiasakan mendengarkan musik. Hampir setiap bulan, kakek atau ibu saya membelikan kaset anak-anak untuk saya. Puput Melati dengan lagunya 1+1 serta Si Jago Mogok, dan Melisa dengan lagunya Abang Tukang Baso serta Si Komo, adalah beberapa dari kaset-kaset yang saya punya. Sampai pada usia akhir Sekolah Dasar, akhirnya saya mulai memilih sendiri musik kesukaan saya.

Terpengaruh oleh beberapa saudara yang lebih tua, saat duduk di kelas 6 SD di tahun 1996, menjelang masuk Sekolah Menengah Pertama, saya mulai mendengarkan Sublime album self titled, No Doubt album Tragic Kingdom, dan Spice Girls album Spice. Kala itu, saya suka menyanyi sekenanya, menirukan apa yang saya dengar, entah itu salah atau benar. Pada waktu itu saya memang belum pernah menerima pelajaran Bahasa Inggris. Dan di pertengahan SMP, saya mulai kenal The Moffatts, Hanson, dan masih juga mengikut perkembangan album-album Spice Girls.

Tidak ada yang mempengaruhi saya untuk suka pada lagu-lagu mereka, termasuk juga tidak ada yang mempengaruhi saya untuk mulai mengenal Base Jam dan menggemarinya mati-matian. Kalau saya pikir-pikir di masa sekarang ini, memang sungguh aneh jika saya sempat menjadi penggemar berat Base Jam. Tapi ini nyata! Saya bahkan mengoleksi poster mereka yang biasanya menjadi bonus majalah atau tabloid remaja pada masa itu. Saya juga membuat buku kliping tentang mereka dari berbagai majalah atau tabloid remaja itu.

Adon Saptowo (Vokal), Sigit Wardana (Vokal), Adnil Farsal (Gitar), Ardi Isnandar/Aris (Gitar), Bambang Sutanto/BS (Drum), Intan Putri Werdiniadi/Anya (Keyboard), dan Ardhini Citrasari/Sita (Bass), adalah formasi awal saat saya mulai mengenal mereka. Setelah Adnil dan Anya mengundurkan diri, posisi gitar Adnil kemudian diisi oleh Christopher Bollemeyer/Coki yang pada akhirnya juga hengkang dan kemudian bergabung dengan Netral.

Suara Adon melengking khas, dipadu dengan suara bulat Sigit. Betotan bass Sita adalah yang paling menarik perhatian saya, selain saya juga suka sama Anya yang pada kala itu, menurut saya dia adalah cewek yang super keren. Dalam penilaian saya, Adnil, Aris, dan BS mungkin hanya pelengkap saja. Saya juga tidak begitu menggebu-gebu tertarik dengan Coki, si pengganti Adnil.

Album pertama mereka, Bermimpi, yang rilis pada tahun 1996 pun saya beli. Kala itu, semua lagu di dalamnya saya hafal. Ayah saya kemudian membelikan saya sebuah gitar dengan brand Osmond yang saya pakai untuk belajar secara otodidak dari melihat ayah atau ibu saya bermain gitar. Mereka mulai bermain gitar sejak duduk di bangku kelas 4 SD, dan saya baru belajar main gitar pada pertengahan SMP. How pity I am. Sampai sekarang pun, saya belum bisa memainkan gitar dengan baik. :D

Sambil menyanyikan lagu-lagu Base Jam, saya belajar bermain gitar dari buku chord yang saya beli di Gramedia atau meminjam teman. Saya semakin tergila-gila pada Base Jam setelah dekat dengan teman sekelas saya yang akhirnya mengenalkan saya dengan teman-temannya dari SMP lain. Kami sering mencoba memainkan musik Base Jam di sebuah studio musik kecil di dekat rumah kawan saya di sekitar Jalan Rajabasa, Malang. Sampai awal Sekolah Menengah Umum, bersama teman-teman yang berbeda, saya masih bermain gitar dalam sebuah band.

Album Dua (1997), Ti3a (1999), Sinergi Base Jam Emp4t (2000), dan Dari Hati (2001) pun saya membeli kasetnya. Namun, saya mulai berhenti menggilai Base Jam sejak album The Best of Base Jam (2002), seiring saya mengenal band SKA komersil macam Save Ferris, Noin Bullet, Jun Fan Gung Fu, etc, dan mulai menggilai band-band SKA lokal Malang seperti Skatoopid dan Spiky In Venus, sejak tahun 1999. Album Base Jam Dua Sisi (2003) serta Single Album (2009 - 2011) pun akhirnya terabaikan, sampai mereka tak terdengar lagi kabar beritanya.

Seiring waktu berjalan, saya mulai mengenal berbagai jenis musik asik. Segala musik yang bisa diterima telinga, hati, dan pikiran saya, langsung saya suka. Tapi sepertinya, sejak awal saya mulai menentukan pilihan musik saya sendiri, saya sudah suka beat of SKA. Seperti waktu saya suka Sublime dan No Doubt saat duduk di bangku akhir kelas 6 SD, meski kala itu saya nggak tau apa itu SKA dan jenis-jenis musik yang ada di jagad raya ini. Hingga kini pun saya nggak paham-paham betul soal jenis musik, dan baru mulai mempelajarinya. :D

Bagaimanapun juga, saya tidak akan pernah melupakan bahwa saya pernah menggilai Base Jam, dan poster mereka pernah menghiasi diding kamar saya. Tak ketinggalan, guntingan gambar dan berita-berita tentang mereka yang saya kumpulkan dalam beberapa buku, yang sekarang sudah entah di mana rimbanya. Dan tulisan ini adalah persembahan saya untuk #LearnsToPop yang merupakan tantangan dari @masjaki dan diinfokan pada saya oleh the man who sold the words dari kota Malang. :D *kemudian ditimpuk Mas @samacksamakk

OOT: Mau tau poster apa yang sekarang menghiasi kamar saya? Hellyeargh! Britney Spears ini sudah 10 tahun menempel di dinding situ tanpa berpindah posisi. *LOL

Room sweet room @ Foto: my instagr.am

Dewi Ratna

2 comments:

  1. duh...base jam, jadi mengingatkanku akan seorang teman yang menyebut mukaku mirip Adon Base Jam =))

    eh Na, bisa buat postingan di KL nih, ambil dari sisi reuni BASE JAM, tepat di bulan band ini dilahirkan.

    ReplyDelete
  2. Sampai Hari ini saya masih menyukai base jam.

    ReplyDelete