Partisipasi #BarengSUMUK

Berawal dari keresahan akan keadaan kota Malang yang semakin memprihatinkan, berkumpul beberapa warga kota Malang yang masih peduli dan punya keinginan untuk menjadikan Malang asri dan nyaman kembali. Apa yang membuat mereka resah? Banjir! Hal yang sangat tidak lazim terjadi di kota yang terletak di dataran tinggi, yang lantas menjadi tanda tanya besar. MENGAPA BISA BANJIR?

Menengok dulu pada diri sendiri, sudahkah kita sadar untuk selalu membuang sampah pada tempatnya? Kondisi sungai kita cukup menyedihkan, begitu juga pinggir-pinggir jalanan kota yang dihiasi sampah. Barulah kita cari lagi, apa yang kira-kira juga menjadi pemicu terjadinya banjir ini, yang ternyata adalah semakin berkirangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota kita tercinta ini.

Pada ke mana RTH itu? Mari kita tanya pada ruko yang bergoyang. Atau mau yang lebih besar lagi? Mall yang bergoyang. :D Ya, kita semua tau, mendirikan bangunan di atas tanah resapan itu berbahaya bagi kelangsungan jalannya air menuju tempat mereka yang seharusnya. Apalagi dengan mengubah jalur gorong-gorong jauh dari peta yang seharusnya, itu juga cukup berpengaruh.

Untuk merealisasikan kepedulian akan kota ini, beberapa warga Malang berinisiatif untuk mengadakan pameran foto testimoni, dan peta banjir kota Malang. Tujuan dari dua program tersebut yang paling utama adalah mengajak warga untuk sadar melalukan hal-hal ramah lingkungan, mulai dari hal paling kecil yang bisa dilakukan. Kemudian baru membuka mata pemerintah kota bahwa banjir ada di mana-mana.

Foto testimoni yang targetnya akan dicetak 1000 lembar nanti, adalah hasil dari foto-foto banjir yang dikirim warga Malang melalui e-mail, akun facebook dan twitter #SUMUK. Selain itu, ada juga foto warga yang sedang menandai daerah rumah mereka yang terkena banjir di peta kota Malang. Dan satu lagi, foto warga dengan kertas statement-statement mereka untuk menjaga lingkungan.

Sedangkan peta banjir adalah peta kota Malang yang nantinya akan ditempeli stiker-stiker penanda daerah banjir. Dari peta yang terdiri dari 57 kelurahan di 5 kecamatan ini, kita bisa tau mana saja daerah yang terkena banjir. Itulah yang nantinya akan dibawa menghadap bapak walikota yang terhormat, untuk dipelajar lebih lanjut, sampai tergugah hatinya untuk mengambil tindakan bijaksana.

Pada awalnya, pameran foto testimoni dan peta banjir ini rencananya akan digelar di seputaran tugu kota Malang, pada tanggal 1 April 2012, bertepatan dengan hari ulang tahun kota Malang yang ke-98. Tapi sayang, setalah bolak-balik kantor polisi - dinas pertamanan, akhirnya warga tidak berhasil mendapat izin menggunakan tugu dan seputarannya untuk pameran ini, walau tak merusak dan ramah lingkungan.

Kabarnya, kami harus bekerjasama dengan pemerintah kota untuk bisa memakai fasilitas kota berupa taman tugu kota Malang tersebut. Apakah itu berarti fasilitas kota bukan diperuntukkan warga kotanya? Entah! Yang pasti, kami masih akan terus melanjutkan hasrat kami untuk menjadikan kota ini kembali nyaman. Walau tak bisa menggelar pameran pada hari yang sudah ditentukan, namun warga masih tetap akan berkumpul pada hari tersebut.

Minggu, 1 April 2012, jam 10 pagi sampai dengan 10 malam, di Legipait akan dibuka bot foto untuk mereka yang ingin menyuarakan aksi kecil mereka yang sangat bermanfaat untuk lingkungan. Lewat foto-foto tersebut, masing-masing warga diharapkan tidak lupa untuk merealisasikan statement-statement aksi yang sudah mereka pilih dari beberapa kertas yang disediakan. Atau bisa juga menulis statement sendiri.

Maka, bagi siapa saja yang merasa mempunyai keresahan yang sama, mari kita berpartisipasi untuk melancarkan program pameran foto testimoni dan peta banjir kota Malang ini. Dan tak hanya berhenti sampai di sini, akan ada program-program lain yang akan menyusul, sebagai realisasi dari kepedulian warga terhadap kenyamanan kota Malang. :)

writen by me, taken from here

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment