Seringai Sukses Hangatkan Dingin Kota Malang

Arian Seringai @Foto: Happipolla
Meski beraksi tanpa Khemod, sang drummer, namun Seringai berhasil menghangatkan dinginnya kota Malang, di Politeknik Negeri Malang, pada hari Minggu (18/3) malam kemarin. Tampil sekitar pukul 21.00, band ini menyuguhkan musik mereka yang sudah tak asing lagi di telinga penonton yang hadir malam itu.
Menggantikan posisi Khemod yang tidak bisa hadir karena ada pekerjaan, malam itu tampil drummer dari band emo Killed By Butterfly. "Jadi ini tadi kita nemu drummer waktu lewat Sidoarjo. Ade namanya," ujar Arian bercanda, dari atas panggung.
Sepuluh tahun sudah kiprah Seringai dalam dunia musik underground, namun sama sekali tak menampakkan usia mereka yang sudah tak muda lagi. Arian, Ricky, dan Sammy masih cukup atraktif di atas panggung, memberikan yang terbaik bagi penggemar musik underground kota Malang.
"Umur gue udah 37 tahun, tapi masih bisa kayak gini. Ini bukan yang pertama kalinya kami main di Malang, mungkin waktu itu beberapa dari kalian masih dalam wujud berlomba-lomba membuahi sel telur," ujar Arian yang malam itu tampak full power, sambil tertawa.
Sammy Seringai @Foto: Happipolla
Tepuk tangan pun tak henti-hentinya bergemuruh di bawah gerimis malam itu. Mereka yang dalam acara CommodGround Release Party 'God Save The Scene' pun menggoyangkan kepala dan bernyanyi bersama. Tak kurang dari 10 lagu mereka suguhkan. Beberapa di antaranya adalah Membakar Jakarta, Dilarang di Bandung, dan yang paling terasa membakar semangat para penonton adalah Serigala Militia.
"Kami tau (11 lagu) ini masih kurang buat kalian. Tapi dia (Ade) hanya berhasil latihan 15 lagu, dan yang 5 salah," ujar Arian, lagi-lagi sambil bercanda, sebelum menutup penampilan Seringai malam itu dengan lagu Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan).(kpl/dew)
Writen by me, taken from here

Dewi Ratna

2 comments:

  1. ya betul!! seringai membakar malang... (tapi sayang juga, tidak bisa foto dengan personil lengkap, minus mas khemod =P)
    tapi ngomong2 memangnya KBB itu band emo ya?
    Bukan ah hohohooo...

    ReplyDelete
  2. Kalo didengerin sih lebih ke metal, tapi label emo emang udah terlanjur melekat sama KBB nih.. Jadi kepikir bikin review KBB :D

    ReplyDelete