Surat Cinta Buat Kota Taman

Surat buat Kota Taman:
Dear Bontang... Kota yang sungguhlah indah, bersih, tenang, dan nyaman. Kota yang bisa membuat saya jatuh hati pada pandangan pertama. Kota dengan sejuta bintang-bintang di malam hari. Kota di mana saya mendapatkan banyak kebahagiaan dan kenangan manis.

Selamat tinggal, Bontang. Saya akan pergi dalam jangka waktu yang nggak bisa ditentukan. Mungkin sesekali saya akan menjengukmu walau sejenak. Jujur, saya sedih harus meninggalkanmu. Saya jadi kepikiran, nantinya nggak ada yang ngingetin Isur supaya nggak buat puntung rokoknya di laut Bontang Kuala-mu.... hihihihi. Nantinya nggak ada saya, Isur, dan Faisal yang curhat nggak tentu arah di pinggir Bontang Kuala itu. Nantinya nggak ada yang bengong sendirian di pinggir danau Permai sambil curi-curi nangis sedikit. Dan masih banyak lagi yang bakal nggak ada...

Bontang yang penuh bintang, makasih ya untuk segala kebahagiaan dan kenangan. Makasih untuk teman-teman terbaik yang pernah saya punya, kakak-kakak yang selalu menjaga dan memperhatikan saya. Makasih untuk pekerjaan yang sungguh menyenangkan, sebelum akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkannya. Makasih untuk langit biru... langitmu yang sungguh biru.. :( ah jadi mulai sedih nih...

Pokoknya saya nggak akan pernah bisa lupa sama Bontang, Kota Taman. Kota tempat saya dan dia mulai menyadari kalau ternyata cinta kami terlalu dalam untuk dicerai-beraikan.

Sampai jumpa, Bontang...

*kok jadi nangis gini sih ah... :(

Dewi Ratna

2 comments: