Peluk

Peluk itu... sumber kekuatan!
Di saat-saat berat seperti ini,
saat tak ada seorang pun yang mengerti perasaan kita,
yang bisa kita lakukan hanyalah memeluk mimpi kita sendiri.
Mimpi indah tentang kembali ke masa itu,
masa di mana aku, kamu, dan dia, masih bersama.
Mimpi indah tentang sepiring mi instant yang dibagi tiga.
Mimpi indah tentang berbaring di atas rerumputan, di pinggir pantai.
Mimpi berteriak lantang:
PERSETAN DENGAN KALIAN YANG MENGGANGGU KESENANGAN KAMI!

Peluk itu... aku, kamu, dan dia!
Di saat-saat kacau seperti ini,
saat semua orang menganggap aku yang paling bersalah,
yang bisa aku lakukan hanyalah memeluk dinginnya malam.
Dingin yang sangat sepi...
Dingin di mana aku, kamu, dan dia, berada di ruang yang berbeda.
Dingin tanpa ada canda tawa yang dibagi tiga.
Dingin yang berbaring di atas tempat tidur, dan merasa sendiri di ruangan ini.
Dingin dan berbisik lirih:
Persetan dengan kalian semua yang telah menghancurkan kebahagiaan kami!

Peluk itu... sumber kekuatan!
Aku, kamu, dan dia...
Peluk yang tulus,
sebagai pereda rasa sedih, marah, dan kecewa
Peluk itu...
Aku merindukan peluk itu...



Jatinangor, 13 - 14 Juni, in the middle of the nite.
Dengan penuh cinta, teruntuk:
Diana Agnes dan Agrie Celsiana

Dewi Ratna

1 comment: