The Little Prince

*BUKU*

Sipirili! Akhirnya, dua kali saya beli buku di kota Bontang ini. Sudah seminggu yang lalu sih, tepatnya hari Senin, 28 Maret. Masih juga di toko buku yang sama di mana saya beli buku om Pidi kemaren: toko buku Ensiklopedia. Kali ini saya beli buku yang memang sudah lama saya pengen. Sejak 2009, sejak Om Gege bikin semacem kartu ucapan yang gambar depannya ya si Prince ini.


Buku yang nggak terlalu tebal ini hanya membutuhkan waktu dua jam untuk dibaca habis. 109 halaman saya lewati tanpa mengulang. Tumben! Mungkin karena bahasanya juga enteng, jadi saya nggak perlu ngotot memutar otak untuk memahami isinya. Memahami isinya? Uhm... Saya rasa enggak gitu juga sih...

Buku ini menceritakan tentang seorang pria yang terbang dengan pesawatnya sendiri. Pada suatu ketika, saat dia terbang, karena suatu hal, tiba-tiba pesawatnya harus mendarat secara mendadak di Gurun Sahara. Pesawat itu mendarat di daerah yang jauh dari pemukiman, yang berarti nggak ada manusia di sekitarnya. Dan bisa kita bayangin kan: gurun! Panas dan kering.

Di sana, pria itu bertemu dengan anak kecil yang dia sebut 'Little Prince'. Tentu saja nggak masuk akal, di gurun yang jauh dari pemukiman bisa ada anak kecil yang masih segar (nggak dalam keadaan kehausan). Berawal dari permintaan Prince supaya si pria menggambarkan biri-biri, akhirnya, pelan-pelan pria itu mulai mengenal Prince. Bahkan pria itu bisa membayangkan dari mana Prince berasal dan menuangkannya dalam gambar-gambar yang juga ada di buku ini.

Setelah saya selesai baca buku ini, saya cerita sama Om Gege. Dan ternyata apa yang dipikirkan Om Gege setelah membaca buku ini beda dengan yang saya pikirkan. Om Gege punya versi sendiri untuk menjelaskannya pada kalian.

Kalo versi saya...

Planet tempat Prince berasal itu menggambarkan perasaan penulis. Dia punya pikiran-pikiran yang nggak ada seorangpun bisa memahaminya, jadi mungkin dia merasa sendirian. Maka dari itu, dia menggambarkan planet itu begitu kecil dan kosong. Hanya ada tiga gunung berapi, yang dua masih aktif dan yang satu sudah mati: mungkin dia punya sesuatu yang berharga yang selalu dia rawat, seperti si Prince membersihkan gunung berapi itu setiap hari.

Selain itu, ada tunas-tunas pohon ara yang setiap hari harus dibersihkan supaya nggak tumbuh semakin besar: mungkin dia adalah orang yang tidak suka menyimpan suatu masalah, selalu menyelesaikan masalah sebelum masalah itu membesar. Dan yang paling dicintainya adalah bunga mawar: mungkin ini adalah gambaran dari wanita yang dicintainya, yang dia tinggalkan karena keangkuhannya seperti keangkuhan bunga mawar iru.

Entahlah, tapi saya reflek menghubungkan segala sesuatu yang ada di dalam buku ini dengan hal-hal nyata. Saya mempunyai imajinasi sendiri untuk setiap tokoh yang muncul dalam ceritanya. Termasuk untuk si rubah yang sempat menjadi teman Prince. Rubah yang merasa hidupnya sangat datar dan membosankan, meminta Prince untuk menjinakkannya: mungkin si penulis pernah punya teman atau bahkan wanita selain wanita yang dicintainya, yang kesepian dan butuh ditemani.

Hubungan Prince dengan rubah adalah yang paling berkesan bagi saya. Dari rubah Prince belajar banyak hal tentang perasaan. Satu quote dari rubah yang saya catat dalam kepala saya:
"Kau hanya bisa melihat jelas dengan hatimu. Hal yang penting, tak terlihat oleh mata."
Ah, pokoknya buku ini keren lah... Saya nggak tau lagi mesti gimana menggambarkan kekerenannya :p
Beli dan baca sendiri lah... :D

Dewi Ratna

No comments:

Post a Comment