Phoebe in Wonderland

*FILM*

Masih juga efek rindu kekasih, secara dia sedang sibuk dengan persiapan perjalanannya bulan depan. Waktu nonton televisi, remote saya berhenti di chanel star movie. Film yang baru dimulai itu punya opening yang sangat menarik. Animasi yang keren berhasil memaksa saya untuk jadi penasaran akan isi filmnya. Lagi-lagi ini film lama (2008) yang terlewatkan oleh saya. Film layak tonton! Wajib tonton, lebih tepatnya.

Kisah seorang gadis berusia sembilan tahun yang menderita Gilles de la Tourette syndrome, yaitu gangguan sistem saraf yang membuat seseorang melakukan tindakan atau mengucapkan sesuatu secara cepat dan nggak terkontrol. Phoebe namanya. Dia hidup dengan ayah, ibu, dan seorang adik perempuannya.

Ibunya seorang penulis, dan dia menulis tentang Alice in Wonderland. Ibunya membagi imajinasi tentang wonderland pada Phoebe dengan memberinya hadiah ulang tahun sebuah miniatur wonderland, lengkap dengan tokoh-tokoh dalam cerita Alice in Wonderland. Dan sepertinya ini membuat imajinasi Poebe semakin liar dan benar-benar nggak terkendali.

Di sekolah Phoebe dianggap orang yang aneh. Dia suka menentang peraturan, dia suka mempertanyakan banyak hal yang dia rasa nggak sesuai dengan pemikirannya, dan dia nggak percaya sama tuhan. Dia sering diolok atau diganggu teman-temannya. Kalau sudah gitu, dia bakal merasa tertekan dan secara spontan meludah. Bukan cuma sekali orangtuanya dipanggil ke sekolah hanya karena dia meludah. Dia meludah, itu untuk membela diri.

Suatu hari, sekolahnya kedatangan guru baru, Miss Dodger namanya. Perempuan itu mengajar kelas drama. Sekolah Phoebe akan mengadakan pementasan drama tentang Alice in Wonderland. Beberapa anak mendaftar dengan menuliskan nama mereka masing-masing pada papan pengumuman yang dipasang di dinding dekat tangga. Awalnya Phoebe ragu-ragu. Beberapa kali dia batal menuliskan namanya, sampai pada akhirnya dia memberanikan diri menuliskan namanya pada baris hampir terakhir di sana.

Satu per satu para siswa mengikuti audisi. Kebanyakan diantaranya sangat menginginkan peran Alice. Tapi Miss Dodger yang sangat paham soal seni peran -pada umur sepuluh tahun, dia sudah memerankan cleopatra, dan berhasil membuat penonton terpukau- sangat tau peran apa yang cocok untuk tiap siswa itu. Dan Phoebe, karena penghayatan peran yang bagus, terpilih menjadi Alice.

Tempat paling nyaman untuk Phoebe adalah di ruang pertunjukan. Di sana, saat latihan bersama teman-temannya, dia benar-benar nggak kelihatan seperti gadis dengan gangguan saraf. Dia memerankan Alice dengan begitu baik. Dia selalu bisa memahami maksud Miss Dodger. Miss Dodger selalu membebaskan mereka melakukan apa saja yang mereka mau. 'Ambil keputusan, dan melompatlah!' Begitu yang sering dia ucapkan untuk membangkitkan semangat anak didiknya.

Banyak hal aneh yang Phoebe lakukan. Melompat-lompat sambil menghitung petak lantai. naik turun tangga sampai jatuh dan menyebabkan kakinya luka, dan masih banyak lagi. Dia selalu membuat ibunya khawatir. Dia begitu berbeda dengan adiknya yang terlampau cerdas untuk anak berusia tujuh tahun, yang memilih mengenakan kostum ala Karl Marx saat perayaan Hellowen. Dan dia merasa bahwa kecerdasan pikirannya itu wajar untuk anak seusia dia. Dia -adik Phoebe- sempat melancarkan aksi mogok makan karena ayam yang akan mereka makan hari itu bukanlah ayam ternak. Dia menangkap dengan baik cerita gurunya tentang ayam pabrik yang dibunuh dengan cara dialiri listrik dan dicelupkan air panas dalam kondisi masih setengah hidup.

Keluarga Phoebe sangat menyayanginya, walaupun adiknya sering mengeluh soal penyakit Phoebe yang sangat merepotkan. Pernah suatu ketika mereka sekeluarga menonton pertunjukan teater. Phoebe berteriak, "Bangunlah!" dengan keras dan berulang-ulang, saat melihat tokoh utama dalam cerita itu pingsan dan lama sekali belum bangun. Ibunya terpaksa membawanya pergi dari ruang pertunjukan. Tentu saja ibunya sedih, dia nggak tau harus marah atau bagaimana.

Berbagai cara dilakukan untuk mengetahui kelainan apa yang membuat Phoebe bertingkah aneh. Psikiater pun sampai dipecat oleh ibunya karena menyarankan Phoebe untuk terapi dan minum obat. Ibunya nggak mau Phoebe yang masih kecil disiksa dengan penyembuhan semacam itu. Sampai pada akhirnya ibunya mencari tau sendiri apa yang terjadi pada anaknya, dan dia menyadari kalau penyakit Phoebe ini tidak bisa disembuhkan dan Phoebe sendiri memang tidak bisa menahan apa yang ingin dia lakukan atau dia katakan.

Sang ibu pun membiarkan anaknya bebas berekspresi dalam drama sekolahnya. Setelah sempat Phoebe dipecat dari kelas drama karena dia meludahi temannya (lagi) waktu binatang peliharaan di kelasnya mati. Kebetulan waktu itu giliran Phoebe yang memberi makan binatang itu, dan teman sekelasnya menuduh Phoebe memberi racun dalam makanannya. Phoebe yang merasa ditekan dari berbagai arah, kemudian spotan meludahi muka temannya.

Pernah juga suatu ketika, saat latihan drama di ruang pertunjukan, Phoebe yang tiba-tiba naik ke atas dan duduk di pinggir tangga, melihat ke bawah dan mendapati kartu-kartu beterbangan di sana. Di apun melompat ke bawah. Meskipun nggak ada luka yang fatal, tapi itu cukup untuk membuat Miss Dodger dipecat sebagai guru drama karena dianggap membiarkan anak didiknya naik ke atas. Dan Phoebe merasa sangat bersalah atas hal ini.

Pokoknya nih, segala kegilaan di film ini layak banget buat ditonton dah... Ini kan ceritanya saya jadi nulis ulang isi film-nya... :p

Dewi Ratna

1 comment:

  1. Tourette Syndrome pada prinsipnya adalah ketegangan syaraf peripheral tubuh yang mengakibatkan gerakan-gerakan tidak terkendali.

    Saya pernah memiliki anak laki-laki saat kelas V SD terkena Tics sangat berat hingga suara keluar, hampir 6 detik sekali timbul gerakan-gerakan ini.

    Sekarang sudah sembuh total, bahkan menjadi pilot penerbangan ternama di Indonesia. Kami sekeluarga bangga karena anak kami sembuh total dan sukses hidupnya.

    Silahkan kunjungi Hipnoterapi Tourette Syndrome untuk terapi TICS ini...

    Sesi terapinya cukup 1-2x saja, sudah terbukti sembuh....Semoga membantu

    ReplyDelete